Mandalikaupdate.com, LOMBOK BARAT – Puluhan warga RT 04, Dusun Jembatan Kembar (Jakem), Desa Jembatan Kembar Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, melakukan aksi tegas dan serentak dengan menyegel sebuah tower telekomunikasi (Telkom) yang beroperasi di wilayah mereka pada hari Minggu (2/11/25).
Aksi ini merupakan puncak kekecewaan warga yang menuntut pembongkaran permanen atas struktur yang telah berdiri sejak tahun 2001, atau selama kurang lebih 24 tahun, tanpa perawatan maupun evaluasi kelayakan yang memadai.
Aksi spontan ini dipicu oleh rasa cemas tiada akhir yang berkepanjangan, dugaan dampak negatif terhadap kesehatan dan elektronik, serta nihilnya kontribusi sosial dari pihak pengelola tower selama dua dekade.
Menurut Pak Mahrup, seorang tokoh masyarakat dan warga yang terdampak langsung, keberadaan tower ini telah menimbulkan rasa takut dan terancam yang menjadi bagian dari hidup mereka sehari-hari.
“Yang kami rasakan terutama yang sangat dekat dengan tower ini selama ini rasa takut yang sangat-sangat, pokoknya sangat mengerikan, sangat menakutkan,” ungkap Pak Marup. Ia menambahkan, rasa tidak nyaman tersebut sudah dirasakan selama lebih dari 20 tahun.
Kekhawatiran warga diperparah dengan dugaan dampak fisik dan kesehatan,
Kerusakan Elektronik. Dimana banyak sekali alat elektronik di sekitar lokasi dilaporkan mengalami kerusakan parah, yang diduga akibat sambaran petir atau radiasi tower.
Kemudian Kekhawatiran dugaan Kesehatan Anak, Warga secara spesifik menyuarakan kecemasan terhadap dampak kesehatan pada generasi muda, bahkan menyebut adanya kasus stunting dan dugaan autisme pada anak-anak yang tinggal di sekitar tower.
Tuntutan Warga: Hanya “Bongkar, Itu Saja”
Mewakili seluruh warga, Pak Marup menegaskan bahwa masyarakat telah satu komando dan bersikeras hanya memiliki satu tuntutan.
“Bongkar, itu saja. Satu kata kami, bongkar, itu saja,” tandas Pak Marup, seraya memberikan jangka waktu 10 hari ke depan bagi pihak pengelola untuk merealisasikan pembongkaran tersebut.
Aksi penyegelan ini dilakukan setelah warga berulang kali melakukan mediasi dengan pihak pengelola tower, namun selalu berakhir buntu. Kepala Dusun (Kadus) Jakem, Muarifin Tahmid, membenarkan bahwa warga telah memberikan batas waktu kepada pihak tower hingga hari Jumat lalu untuk merespons tuntutan pembongkaran.
“Dari pihak tower tidak ada itikad baik, dari pihak pemilik lahan juga enggak ada informasi,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, selama kurang lebih 20 tahun beroperasi, tidak ada kontribusi sama sekali yang diterima masyarakat sekitar dari pihak pengelola.
Senada, Sekretaris Desa (Sekdes) Jembatan Kembar Timur, Lalu Salikin, membenarkan bahwa mediasi di kantor desa telah dilakukan sebanyak dua kali tanpa hasil. Bahkan, pihak tower disebut tidak bisa menunjukkan data-data penting, seperti surat kontrak pendirian dan perpanjangan kontrak.
“Sampai saat ini kan, dimintakan surat kontrak kerja yang pertama kan, itu yang diminta masyarakat. Ternyata pihak tower tidak bisa menunjukkan itu data-data tentang pendiriannya,” jelasnya “.
Lalu Salikin menyatakan, Pemerintah Desa mendukung dan mengawal penuh kegiatan warga tersebut. “Kami tidak pernah melarang. Pemerintah desa tidak pernah melarang,” ujarnya, berharap pemilik tower mendengarkan keluhan masyarakat demi perlindungan dari potensi bahaya.
Warga berharap, pemerintah daerah maupun instansi teknis seperti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta pihak pengelola tower segera turun tangan melakukan pemeriksaan kelayakan bangunan, mengingat tower tersebut telah beroperasi selama lebih dari dua dekade hanya dengan pengecatan ulang sebagai renovasi.
Dengan adanya aksi penyegelan ini, masyarakat menegaskan bahwa mereka hanya menginginkan pembongkaran terkait tower Telkomsel yanga ada diwilayah setempat mengingat perlindungan dari potensi bahaya yang bisa timbul akibat kelalaian pengelola tower.
Tower Telkom di Jembatan Kembar Timur Disegel Warga Tuntut Pembongkaran Permanen

Rekomendasi untuk kamu

Mamdalikaupdate.com, Lombok Barat – Dalam rangka mendukung program pelestarian lingkungan dan menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur…

Mandalikaupdate.com, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (DPP HIMMAH NWDI)…

Mandalikaupdate.com, Mataram – Madrasah Aliyah (MA) Nurul Jannah NWDI Ampenan menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata…

Mandalikaupdate.com, Lombok Tengah – Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (HIMMAH NWDI) secara resmi…

Mandalikaupdate.com, Jakarta – Dengan semangat pergerakan meneruskan cita-cita luhur Maulana Syaikh, jajaran pengurus baru periode…









