Mandalikaupdate.com – Lombok Barat, Dunia seni wayang Sasak tengah berduka. Pada Jumat, 29 Agustus 2025, tepat pukul 12.15 WITA, kabar duka datang dari Dusun Perigi, Kecamatan Gerung. Maestro dalang legendaris, Lalu Nasib, berpulang ke rahmatullah di rumahnya.
“Lalu Nasib, kanda kami tercinta, telah meninggal dunia hari ini pukul 12.15 WITA. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun,” ungkap Lalu Sajim Sastrawan, budayawan Sasak sekaligus anggota keluarga, dengan suara bergetar, Jum’at, 29 Agustus 2025.
Bagi masyarakat Lombok, Lalu Nasib bukan sekadar seorang dalang. Ia adalah penjaga tradisi, penghidup kisah-kisah lokal yang sarat nilai kearifan. “Beliau selalu membawakan cerita dengan gaya humoris yang mengundang tawa, tapi juga menyimpan pesan yang dalam. Itu yang membuat pertunjukan wayang Sasak terasa hidup,” kenang salah seorang sahabat senimannya.
Kepiawaiannya dalam menghidupkan tokoh wayang membuat Lalu Nasib menjadi simbol kebanggaan budaya Sasak. Setiap gerakan boneka, setiap dialog yang keluar dari lisannya, diyakini banyak orang lahir dari ketulusan hati. “Wayang Sasak kehilangan roh utamanya. Tapi karya beliau akan tetap hidup di hati masyarakat,” ujar seorang penonton setia.
Sejak berita duka tersebar, rumah duka tak henti dipadati keluarga, kerabat, sahabat, hingga rekan sesama seniman. Beberapa di antaranya menyalakan lilin sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Pihak keluarga menyampaikan, prosesi pemakaman dan sholat jenazah akan diumumkan setelah musyawarah keluarga. “Kami berharap semua pihak yang mencintai beliau bisa hadir memberikan penghormatan terakhir,” tutur salah satu anggota keluarga yang enggan disebutkan namanya.
Kini, meski Lalu Nasib telah tiada, jejaknya dalam dunia seni akan terus dikenang. Wayang Sasak kehilangan seorang maestro, namun semangatnya tetap mengalun dalam setiap lakon yang dipentaskan.















